
SEJUTABERITA.COM – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan film drama keluarga yang menyentuh hati penonton. Film berjudul Jangan Buang Ibu siap menyapa pecinta film Tanah Air dengan cerita penuh emosi tentang kasih sayang, pengorbanan, dan hubungan keluarga yang mulai renggang karena berbagai persoalan hidup.
Film produksi Leo Pictures tersebut mengangkat kisah seorang ibu bernama Ristiana yang berjuang keras membesarkan anak-anaknya di tengah berbagai keterbatasan. Cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat film ini berpotensi menjadi salah satu drama keluarga yang menyita perhatian publik.
Selain menyuguhkan konflik yang emosional, film ini juga mengajak penonton untuk kembali menghargai kehadiran orang tua sebelum penyesalan datang terlambat.
Sinopsis Film Jangan Buang Ibu
Ristiana menjalani hidup yang tidak mudah setelah keluarganya menghadapi berbagai masalah ekonomi. Ia harus memikul tanggung jawab besar untuk menjaga keluarganya tetap bertahan di tengah kondisi yang penuh tekanan.
Beban hidup Ristiana semakin berat karena ia juga harus menghadapi utang yang ditinggalkan sang suami. Meski demikian, ia tidak menyerah dan terus berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya.
Setiap hari, Ristiana bekerja keras demi memastikan ketiga anaknya dapat tumbuh dengan baik. Ia ingin Tama, Dewi, dan Tria memiliki masa depan yang lebih cerah dibandingkan kehidupan yang sedang mereka jalani.
Di balik perjuangannya, Ristiana menyimpan harapan besar agar keluarganya tetap utuh. Ia berusaha menjadi sosok ibu yang kuat meski harus menghadapi berbagai tantangan seorang diri.
Namun, perjalanan keluarga tersebut mulai berubah ketika sebuah keputusan penting memunculkan konflik baru. Keputusan itu perlahan menciptakan jarak di antara anggota keluarga yang sebelumnya hidup dalam kehangatan.
Baca Juga:
HUT ke-242 Pekanbaru Jadi Momentum Evaluasi Tata Ruang, Akademisi Dorong Percepatan RDTR
Hubungan Keluarga Mulai Merenggang
Seiring berjalannya waktu, hubungan Tama, Dewi, dan Tria dengan sang ibu mulai mengalami perubahan. Masing-masing anak menghadapi persoalan hidup yang berbeda dan sulit mereka ungkapkan secara terbuka.
Perbedaan cara pandang membuat komunikasi dalam keluarga semakin renggang. Di sisi lain, luka batin yang tersimpan selama bertahun-tahun ikut memperburuk keadaan.
Kesibukan dan persoalan pribadi juga membuat ketiga anak tersebut semakin menjauh dari ibunya. Mereka mulai kehilangan kedekatan yang dulu menjadi kekuatan utama keluarga.
Situasi tersebut menghadirkan berbagai konflik emosional yang menjadi inti cerita film Jangan Buang Ibu. Penonton akan melihat bagaimana setiap karakter berusaha menghadapi masalahnya masing-masing.
Meski hubungan keluarganya tidak lagi sehangat dulu, Ristiana tetap menyimpan kasih sayang yang besar untuk anak-anaknya. Ia terus berharap keluarganya dapat kembali berkumpul dan memperbaiki hubungan yang mulai retak.
Pesan Emosional tentang Arti Kehadiran Orang Tua
Film Jangan Buang Ibu tidak hanya menyajikan konflik keluarga semata. Film ini juga menghadirkan pesan mendalam mengenai arti pengorbanan seorang ibu yang sering kali tidak terlihat oleh anak-anaknya.
Banyak orang baru menyadari pentingnya kehadiran orang tua ketika waktu sudah terlambat. Melalui kisah Ristiana, film ini mengajak penonton untuk lebih menghargai keluarga selama kesempatan itu masih ada.
Cerita yang dekat dengan realitas kehidupan membuat film ini terasa relevan bagi berbagai kalangan. Penonton dapat melihat bagaimana cinta seorang ibu tetap hadir meski menghadapi berbagai luka dan kekecewaan.
Pertanyaan besar yang muncul sepanjang film adalah apakah Tama, Dewi, dan Tria mampu memperbaiki hubungan dengan sang ibu sebelum kehilangan kesempatan tersebut.
Jawaban atas pertanyaan itu menjadi salah satu daya tarik utama yang membuat penonton penasaran hingga akhir cerita.
Daftar Pemain Film Jangan Buang Ibu
Film Jangan Buang Ibu menghadirkan sejumlah aktor dan aktris ternama Indonesia. Kehadiran para pemain tersebut semakin memperkuat emosi dan konflik dalam cerita.
Berikut daftar pemain film Jangan Buang Ibu:
- Nirina Zubir sebagai Ristiana
- Refal Hady sebagai Tama
- Amanda Manopo sebagai Dewi
- Saputra Kori sebagai Tria
- Basmalah Gralind sebagai Marsha
- Dwi Sasono sebagai Ridho
- Erika Carlina sebagai Asti
- Saskia Chadwick sebagai Rani
- Fadly Faisal sebagai Hanif
- Farrell Rafisqy sebagai Zayn
- Dewi Pakis sebagai Ibu Hanif
- Jared Ali sebagai Tama kecil
- Humaira Jahra sebagai Dewi kecil
- Nunung sebagai Nyonya Juju
- Ingrid Widjanarko sebagai Yanti
- Mpok Atik sebagai Perawat
- Mira Desiana sebagai Putri
- Diana M Putri
Kombinasi aktor senior dan generasi muda membuat film ini menawarkan dinamika cerita yang menarik. Masing-masing karakter memiliki peran penting dalam membangun konflik keluarga yang menjadi inti cerita.
Jadwal Tayang Film Jangan Buang Ibu di Surabaya
Film Jangan Buang Ibu mulai tayang serentak di bioskop Indonesia pada Kamis, 25 Juni 2026. Penonton di Surabaya dapat menyaksikan film ini di sejumlah jaringan bioskop besar.
Lenmarc XXI
Format: Regular 2D
Harga tiket: Rp25.000
Jadwal tayang:
- 12.15 WIB
- 14.30 WIB
- 16.45 WIB
- 19.00 WIB
- 21.15 WIB
CGV Marvell City
Format: Regular 2D
Harga tiket: Rp26.000
Jadwal tayang:
- 14.10 WIB
- 16.35 WIB
- 19.00 WIB
- 21.25 WIB
Melalui cerita yang menyentuh dan penuh makna, Jangan Buang Ibu menawarkan pengalaman emosional bagi para penonton. Film ini menjadi pengingat bahwa kasih sayang orang tua merupakan hal yang sangat berharga dan tidak selalu dapat tergantikan oleh apa pun.

